Open/Close Menu Ramah perilaku kami, Santun budaya kami, Sungguh-sungguh cara kerja kami

Sinusitis adalah peradangan atau pembengkakan jaringan yang melapisi permukaan rongga sinus. Sinus sendiri merupakan rongga kecil yang saling terhubung seperti layaknya saluran udara di dalam tulang tengkorak.

Sinus terletak di bagian dalam struktur tulang dahi, bagian dalam struktur tulang pipi, kedua sisi batang hidung, dan belakang mata. Simak penjelasan lengkap mengenai penyebab, jenis sinusitis dan gejala sinusitis, dibawah ini.

Penyebab Sinusitis

Pada umumnya, kondisi yang menyebabkan penyumbatan sinus adalah flu, rinitis alergi, polip hidung, dan deviasi septum (dinding yang membagi rongga hidung tidak tepat berada di tengah).

1. Kondisi Kesehatan

Meski sebagian besar kasus penyakit sinusitis adalah infeksi virus, sinusitis juga bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan lainnya seperti asma, infeksi bakteri, hingga alergi.

Penyebab sinusitis yang umum lainnya yaitu kondisi kesehatan dan iritasi, cystic fibrosis, HIV dan penyakit lain yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh.

2. Paparan Zat Kimia

Selain itu, iritasi terhadap paparan zat kimia juga bisa menjadi penyebab sinusitis. Polusi udara, semprotan yang mengandung pestisida, disinfektan, dan deterjen rumah tangga, dapat menyebabkan pembengkakan dan penyumbatan pada selaput hidung yang menyebabkan penyempitan lubang drainase dari sinus.

Penyumbatan saluran pengeringan sinus yang sempit adalah alasan utama seseorang mengalami sinusitis.

Meski sinusitis mirip dengan flu, namun keduanya berbeda. Selengkapnya simak informasi tentang flu pada tautan berikut.

Baca juga: Apa itu Kolesterol? Jenis dan Penyebab Kolesterol

Jenis Sinusitis

Setelah Anda mengetahui penyebab sinusitis, hal lain yang juga harus pahami adalah jenis sinusitis yang terdiri dua jenis, di antaranya:

1. Sinusitis Akut

Sinusitis akut adalah peradangan sementara pada sinus. Selaput lendir hidung membuat rongga-rongga sinus membengkak. Ini bisa terjadi ketika Anda menderita pilek atau alergi. Pembengkakan menghalangi rongga sinus dan akhirnya mencegah aliran lendir yang normal.

2. Sinusitis Kronis

Sinusitis kronis terjadi ketika gejalanya menjadi lebih sering atau lebih buruk. Jika Anda memiliki lebih dari tiga infeksi sinus dalam setahun atau memiliki gejala lebih dari 12 minggu, Anda bisa disebut menderita sinusitis kronis. Lebih dari 50 persen penderita asma sedang hingga berat juga menderita sinusitis kronis.

Gejala Sinusitis

Sinusitis kronis dan sinusitis akut memiliki tanda dan gejala yang serupa, tetapi sinusitis akut adalah infeksi sementara pada sinus yang sering dikaitkan dengan pilek. Tanda-tanda dan gejala sinusitis kronis berlangsung setidaknya 12 minggu, tetapi Anda mungkin memiliki beberapa episode sinusitis akut sebelum berkembang menjadi sinusitis kronis.

Berikut sejumlah ciri-ciri sinusitis akut dan kronis:

1. Gejala Sinusitis Akut

Jika Anda memiliki dua atau lebih gejala, hal itu menandakan bahwa memiliki ciri sinusitis akut. Gejala yang bisa terjadi, antara lain:

  • Nyeri pada tekanan di wajah.
  • Hidung meler.
  • Menurunnya indra penciuman.
  • Batuk.
  • Kelelahan berlebih.
  • Nyeri gigi.

2. Gejala Sinusitis Kronis

Ciri-ciri sinusitis kronis yang bisa dialami mungkin memiliki gejala selama 12 minggu atau lebih, disertai:

  • Perasaan penuh di wajah.
  • Hidung tersumbat.
  • Lendir hidung mengalami perubahan warna.
  • Sakit kepala dan sakit gigi.
  • Bau mulut.
  • Demam.
  • Kelelahan.

Beberapa gejala semakin memburuk ditandai dengan sakit kepala, leher kaku, penglihatan ganda, dan menurunnya kesadaran. Jika mengalaminya, segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga: Penyebab dan Pengobatan Jerawat Batu

source: doktersehat.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2020 - Klinik Pulowatu support by PT. PMI

Telepon Kami       (0274) 896 014