Open/Close Menu Ramah perilaku kami, Santun budaya kami, Sungguh-sungguh cara kerja kami

Kolesterol adalah molekul sejenis lipid yang ditemukan dalam aliran darah dan sel tubuh. Kolesterol normal diproduksi oleh hati dan dibutuhkan untuk proses metabolisme tubuh untuk membantu pembentukan sel baru dan hormon.

Meski kolesterol dibutuhkan tubuh, namun jangan sampai produksi berlebih. Kelebihan kolesterol dapat mengakibatkan penumpukan lemak dalam darah yang dapat menyumbat pembuluh darah.

Pada akhirnya, jantung dan otak akan kekurangan pasokan darah yang dapat menimbulkan risiko serangan jantung dan stroke. Kadar kolesterol yang terlalu tinggi dalam darah disebut hiperkolesterolemia.

Baca juga: Penyebab dan Pengobatan Jerawat Batu

Jenis Kolesterol

Kolesterol terbagi menjadi beberapa jenis, berikut perbedaan dari setiap jenis kolesterol:

1. Low-Density Lipoprotein (LDL)

Jenis kolesterol ini juga disebut kolesterol jahat. LDL mengandung 75 persen kolesterol dan hanya sedikit protein. LDL berperan untuk mengalirkan kolesterol ke seluruh tubuh. Kadar LDL yang berlebihan dapat menyebabkan penumpukan lemak di dinding arteri.

2. High-Density Lipoprotein (HDL)

Jenis kolesterol berikutnya juga dikenal sebagai kolesterol baik. HDL mengandung banyak protein dan mengalirkan 20 sampai 30 persen kolesterol ke seluruh tubuh. HDL berperan untuk membuang kelebihan kolesterol dari sel dan dinding arteri serta membawa kolesterol kembali ke hati untuk dibuang.

 3. Trigliserida

Selain kolesterol HDL dan LDL, ada pula yang disebut trigliserida, yang berperan dalam penyimpanan lemak dan berpengaruh dalam pembentukan lipoprotein kaya kolesterol. Lipoprotein kaya kolesterol inilah yang menyebabkan kolesterol tinggi serta meningkatkan pembentukan gumpalan darah.

Trigliserida berasal dari gliserol dan asam lemak dan merupakan lemak darah yang membantu transfer jaringan lemak adiposa dan glukosa darah dari lever. Trigliserida ini berperan juga terhadap atherosclerosis.

Selain risiko kejadian penyakit kardiovaskular akibat proses atherosclerosis, tingginya kadar trigliserida juga berperan terhadap kejadian pankreatitis akut bila kadar trigliserida lebih dari 400 miligram/desiliter.

Penyebab Kolesterol

Kolesterol tinggi adalah faktor risiko terhadap penyakit jantung koroner dan penyebab serangan jantung. Penumpukan kolesterol adalah kondisi yang mempersempit arteri, yang disebut atherosclerosis. Pada atherosclerosis, plak terbentuk dan menyebabkan pembatasan aliran darah.

Selain diproduksi dalam hati, kolesterol juga dapat dihasilkan dari makanan. Tetapi, jika terlalu banyak makan makanan yang berlemak tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol.

Berikut ini berbagai faktor penyebab kolesterol yang dapat meningkatkan risiko kolesterol jahat:

1. Pola Makan yang Buruk

Mengonsumsi lemak jenuh yang terkandung dalam produk hewani, dan lemak trans yang ditemukan di beberapa kue kering, biskuit, dan popcorn, dapat meningkatkan kadar kolesterol. Makanan yang tinggi kolesterol, seperti daging merah dan produk susu penuh lemak, juga akan meningkatkan kolesterol.

2. Obesitas

Tubuh yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih tinggi dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi.

3. Merokok

Merokok dapat merusak dinding pembuluh darah, membuatnya lebih rentan menimbun lemak. Merokok juga dapat menurunkan kadar HDL atau kolesterol baik.

4. Usia

Unsur kimiawi dalam tubuh akan berubah seiring bertambahnya usia, begitupun risiko kolesterol tinggi akan meningkat. Bertambahnya usia membuat hati menjadi kurang mampu menghilangkan LDL atau kolesterol jahat.

5. Diabetes

Kadar gula darah tinggi atau diabetes juga meningkatkan kadar kolesterol lebih tinggi, yang disebut very-low-density lipoprotein (VLDL) dan menurunkan kolesterol HDL. Kadar gula darah yang tinggi juga dapat merusak lapisan arteri.

6. Kurang Olahraga

Tubuh yang kurang aktif berisiko meingkatkan kadar kolesterol darah dalam tubuh. Oleh karena itu, olahraga membantu meningkatkan HDL atau kolesterol baik, sambil meningkatkan ukuran partikel yang membentuk LDL atau kolesterol jahat, yang membuatnya kurang berbahaya.

7. Genetik

Risiko terkena kolesterol tinggi meningkat bila Anda memiliki orang tua atau anggota keluarga yang menderita kolesterol tinggi.

Baca juga: Penyebab, Faktor, Ciri-Ciri Gejala Infeksi Saluran Kemih

source: doktersehat.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2020 - Klinik Pulowatu support by PT. PMI

Telepon Kami       (0274) 896 014